Kota Madinah Al-Munawwarah menyimpan jejak peradaban Islam yang begitu agung. Di antara sekian banyak situs bersejarah yang dikunjungi jamaah saat menunaikan ibadah umroh atau haji, Masjid Quba memegang peranan yang sangat istimewa. Bukan sekadar bangunan megah bercat putih, masjid ini merupakan rumah ibadah pertama yang didirikan oleh Rasulullah SAW bersama para sahabat saat peristiwa Hijrah dari Makkah.
Bagi jamaah yang berkesempatan mengunjungi Kota Nabi, melangkahkan kaki ke Masjid Quba bukan sekadar wisata sejarah biasa. Ada keutamaan ibadah luar biasa yang dijanjikan oleh Rasulullah SAW bagi siapa saja yang bersuci dari rumah atau tempat menginapnya, kemudian menunaikan shalat di dalam Masjid Quba.
A. Sejarah Singkat Masjid Quba: Tonggak Awal Peradaban Islam
1. Peristiwa Hijrah dan Singgah di Desa Quba
Pada tahun 622 Masehi, Rasulullah SAW bersama sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA tiba di sebuah desa kecil bernama Quba, sekitar 5 kilometer di sebelah barat daya Kota Madinah. Kedatangan beliau disambut gembira oleh penduduk Anshar yang telah lama menanti. Beliau tinggal di rumah Kalthum bin Hindun selama beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan ke pusat kota Madinah.
2. Pembangunan Masjid Pertama dalam Islam
Di tanah milik Kalthum bin Hindun inilah, Rasulullah SAW secara langsung meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Quba. Para sahabat bahu-membahu mengangkut batu dan pelepah kurma untuk mendirikan pondasi serta dinding masjid. Allah SWT mengabadikan ketulusan dan ketakwaan para pembangun masjid ini dalam Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 108:
"Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya..."
B. Keutamaan Salat di Masjid Quba: Pahala Senilai Umroh
Keutamaan Masjid Quba dijelaskan secara eksplisit dalam berbagai hadits shahih. Keutamaan ini menjadi magnet utama bagi para peziarah dari seluruh penjuru dunia.
1. Pahala Menyerupai Satu Kali Umroh
Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bersuci (berwudhu) di rumahnya, kemudian mendatangi Masjid Quba lalu shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umroh." (HR. Ibn Majah, An-Nasa'i, dan Ahmad; dinilai shahih oleh Al-Albani).
Keutamaan ini memberikan kesempatan emas bagi para jamaah umroh untuk memperbanyak tabungan pahala selama berada di Madinah.
2. Sunnah Rutin Rasulullah SAW pada Hari Sabtu
Nabi Muhammad SAW memberikan teladan langsung mengenai kebiasaan menziarahi Masjid Quba. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Ibnu Umar RA menuturkan bahwa Rasulullah SAW biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, baik dengan berjalan kaki maupun berkendara, lalu menunaikan shalat dua rakaat di dalamnya.
C. Panduan dan Adab Berziarah ke Masjid Quba
Agar ibadah berjalan khusyuk dan meraih keutamaan pahala secara sempurna, jamaah disarankan memperhatikan beberapa adab dan panduan praktis berikut:
1. Bersuci (Berwudhu) Sejak dari Hotel
Syarat utama untuk mendapatkan pahala senilai umroh sesuai hadits Nabi adalah melakukan thaharah (berwudhu) dari tempat menginap atau hotel sebelum berangkat ke Masjid Quba. Apabila wudhu batal di perjalanan, disarankan untuk berwudhu kembali di area tempat wudhu masjid sebelum melaksanakan shalat.
2. Menjaga Niat Lillahita'ala
Niatkan kunjungan semata-mata untuk beribadah, meneladani sunnah Nabi SAW, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar untuk bersua foto atau rekreasi semata.
3. Meneladani Sunnah Hari Sabtu (Jika Memungkinkan)
Jika jadwal perjalanan memungkinkan, jamaah dapat mengusulkan kunjungan ke Masjid Quba pada hari Sabtu pagi, mengikuti kebiasaan yang rutin dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
4. Menjalankan Shalat Sunnah di Dalam Masjid
Setibanya di lokasi, masuklah dengan mendahulukan kaki kanan seraya membaca doa masuk masjid. Lakukan shalat sunnah Tahiyyatul Masjid atau shalat sunnah mutlak minimal dua rakaat dengan khusyuk.
5. Menjaga Ketertiban dan Kebersihan
Masjid Quba kini telah diperluas dan dilengkapi fasilitas modern oleh Pemerintah Arab Saudi. Jagalah ketenangan, ketertiban antrean jamaah, serta kebersihan area dalam maupun pelataran masjid.
D. Tips Praktis Kunjungan Bagi Jamaah Umroh
- Waktu Terbaik: Pagi hari setelah shalat Subuh atau sebelum waktu Dhuha adalah waktu yang sangat nyaman karena udara Madinah belum terlalu panas.
- Opsi Transportasi: Jamaah dapat menggunakan bus ziarah yang disediakan oleh travel, taksi lokal, atau memanfaatkan jalur khusus pejalan kaki (Quba Walkway) yang menghubungkan Masjid Nabawi dan Masjid Quba sejauh 3 kilometer jika ingin berjalan kaki meneladani Rasulullah SAW.
- Layanan Pendampingan: Bersama Mumtaz Madaniah Utama, perjalanan ziarah kota Madinah (city tour) disusun secara terstruktur dengan bimbingan muthawwif berpengalaman, sehingga jamaah mendapatkan penjelasan sejarah yang sahih dan bimbingan ibadah yang sesuai sunnah.
Kunjungan Berkesan Bersama Mumtaz Travel
Meneladani jejak Rasulullah SAW di Masjid Quba adalah salah satu momen paling berharga dalam rangkaian ibadah di Tanah Suci. Memahami sejarah dan mengamalkan adabnya akan mengubah perjalanan fisik menjadi pengalaman spiritual yang mendalam.
Mumtaz Travel (PT Mumtaz Madaniah Utama) siap menjadi mitra perjalanan ibadah Anda dan keluarga. Dengan komitmen bimbingan sesuai Al-Qur'an dan Sunnah serta pelayanan profesional, kami memastikan setiap momen ibadah Anda di Makkah dan Madinah berlangsung aman, nyaman, dan bermakna. Konsultasikan rencana umroh Anda bersama tim Mumtaz Travel hari ini untuk mendapatkan penawaran paket terbaik.


