Kota Madinah al-Munawwarah menjadi peristirahatan terakhir bagi ribuan sahabat Rasulullah SAW yang berjuang menegakkan syiar Islam. Dua lokasi pemakaman paling bersejarah yang selalu menjadi tujuan ziarah jamaah umroh di Madinah adalah Pemakaman Jannatul Baqi' dan Kompleks Makam Syuhada Uhud.
Berikut ulasan sejarah dan adab ziarah kedua tempat suci ini yang disajikan oleh Mumtaz Madaniah Utama.
1. Pemakaman Jannatul Baqi' (Baqi' Al-Gharqad)
Pemakaman Jannatul Baqi' terletak tepat di sisi tenggara Masjid Nabawi. Tempat ini merupakan tanah pemakaman utama warga Madinah sejak zaman Rasulullah SAW hingga hari ini.
Keistimewaan Jannatul Baqi':
- Peristirahatan Para Sahabat & Ahli Bait: Di Baqi' bersemayam lebih dari 10.000 sahabat Nabi, keluarga (Ahli Bait), istri-istri Nabi (kecuali Sayyidatu Khadijah RA dan Maimunah RA), serta para ulama besar Islam.
- Doa Khusus dari Rasulullah SAW: Rasulullah SAW semasa hidupnya sering mendatangi Baqi' pada malam hari untuk memohonkan ampunan bagi para penghuninya.
- Keutamaan Berpulang di Madinah: Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau akan memberikan syafaat bagi siapa saja yang meninggal dunia dan dimakamkan di Kota Madinah.
2. Kompleks Makam Syuhada Uhud
Terletak sekitar 5 kilometer di sebelah utara Masjid Nabawi, di kaki Gunung Uhud (Jabal Uhud), terdapat kompleks pemakaman Syuhada Uhud.
Sejarah dan Keistimewaan Syuhada Uhud:
- Saksi Perang Uhud: Di tempat ini dimakamkan 70 orang sahabat Nabi yang gugur (syahid) dalam Perang Uhud pada tahun 3 Hijriah.
- Makam Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib RA: Paman tercinta Rasulullah SAW yang dijuluki Asadullah (Singa Allah) dan Sayyidus Syuhada (Pemimpin para Syuhada) dimakamkan di kawasan ini bersama sahabat Mush'ab bin Umair RA dan Abdullah bin Jahsy RA.
- Cinta Rasulullah pada Gunung Uhud: Rasulullah SAW sangat mencintai Gunung Uhud dan bersabda: "Gunung Uhud ini adalah gunung yang mencintai kami dan kami pun mencintainya."
3. Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur Sesuai Sunnah
Saat rombongan umroh Mumtaz mengunjungi Baqi' maupun Syuhada Uhud, berikut adab-adab ziarah yang harus diperhatikan:
- Mengucapkan Salam Ziarah Kubur:
Ketika berdiri di depan pagar pemakaman, ucapkan salam yang diajarkan Rasulullah SAW:
"Assalamu 'alaikum dara qaumin mu'minin, wa inna insya-allahu bikum lahiqun. Allahummaghfir li-ahli baqi'il gharqad..." (Keselamatan semoga tercurah atas kamu wahai penghuni perkampungan orang-orang beriman. Dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah, akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni Baqi' al-Gharqad...).
- Mendoakan Penghuni Kubur: Niatkan ziarah untuk mendoakan keselamatan dan ampunan bagi para arwah ahli kubur, bukan untuk meminta sesuatu kepada ahli kubur.
- Mengingat Kematian (Zikrul Maut): Resapi bahwa setiap manusia kelak akan mengalami hal yang sama, sehingga mendorong kita untuk lebih giat beramal saleh.
- Dilarang Meratap atau Syirik: Hindari menangis berlebihan (meratap), mengusap-usap tanah/pagar makam, atau melakukan ritual yang bertentangan dengan tauhid.
Semoga ziarah ke Jannatul Baqi' dan Syuhada Uhud semakin menguatkan rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mulia.


