Setiap musim umroh, kurma selalu menjadi buah tangan yang paling banyak dibawa jamaah pulang ke Indonesia. Harganya relatif terjangkau, kemasannya ringkas, dan rasanya disukai hampir semua anggota keluarga. Namun membeli kurma tanpa persiapan sering berujung kecewa: kualitas tidak sesuai ekspektasi, harga jauh lebih mahal dari seharusnya, atau kurma rusak di tengah perjalanan sebelum sampai ke tangan orang rumah.
Panduan ini merangkum hal-hal penting seputar membeli kurma di Tanah Suci, mulai dari mengenal jenis yang paling dicari, memilih toko dan pasar yang tepat, hingga cara mengemas serta menyimpannya agar tetap layak sampai di rumah.
Jenis Kurma Populer di Pasar Arab Saudi
Kurma Ajwa
Ajwa adalah varietas paling tersohor asal Madinah. Warnanya gelap hampir hitam, teksturnya lembut, dan rasanya manis yang tidak terlalu lengket. Ajwa juga termasuk jenis paling mahal karena permintaannya tinggi sepanjang tahun, terutama dari jamaah yang ingin membawa kurma khas kota Nabi ﷺ sebagai buah tangan istimewa.
Kurma Sukkari
Sukkari berasal dari wilayah Qassim. Bentuknya bulat kecil dengan warna keemasan, dan ciri khasnya adalah tekstur renyah dengan rasa manis menyerupai karamel. Sukkari sering dijuluki favorit jamaah Indonesia karena tingkat kemanisannya cocok dengan selera lokal. Harganya berada di kelas menengah, lebih terjangkau daripada Ajwa.
Kurma Khudri
Khudri berukuran sedang dengan warna cokelat kemerahan dan tekstur kenyal. Rasa manisnya lebih sederhana, tetapi harga per kilonya paling bersahabat. Khudri cocok dibeli dalam jumlah besar untuk dibagikan ke tetangga atau rekan kerja.
Kurma Safawi
Safawi juga berasal dari Madinah dengan warna gelap dan tekstur lembut menyerupai Ajwa, tetapi dengan harga lebih ramah kantong. Banyak jamaah memilih Safawi sebagai alternatif ketika stok Ajwa terbatas atau harganya melonjak di musim puncak.
Di Mana Sebaiknya Membeli
Jamaah pada umumnya membeli kurma di tiga tempat: pasar kurma di sekitar Masjid Nabawi Madinah, supermarket besar seperti Bin Dawood dan Danube, serta toko oleh-oleh di bandara. Pasar kurma menawarkan pilihan paling lengkap dan harga paling kompetitif, sementara supermarket memberikan kenyamanan belanja dengan label harga yang jelas. Toko bandara paling praktis, tetapi harganya biasanya paling tinggi karena lokasinya.
Beberapa kebiasaan yang membantu saat berbelanja di pasar kurma:
- Cicipi terlebih dahulu. Penjual umumnya dengan senang hati menyediakan sampel sebelum jamaah memutuskan membeli.
- Bandingkan harga di beberapa kios berbeda untuk jenis kurma yang sama sebelum menutup transaksi.
- Minta penjual menimbang ulang di depan mata Anda, dan perhatikan timbangan nol sebelum kurma diletakkan.
- Belanjalah bersama satu-dua teman seperjalanan agar bisa saling membantu membawa dan mengecek.
Kisaran harga kurma berfluktuasi mengikuti musim dan ketersediaan stok. Umumnya harga akan lebih tinggi menjelang Ramadhan dan musim haji karena permintaan melonjak. Oleh karena itu, anggaran belanja kurma sebaiknya fleksibel dan tidak dipegang pada satu angka pasti.
Tips Memilih Kurma Berkualitas
Kurma yang baik memiliki kulit mulus tanpa sobekan atau kerutan berlebihan. Perhatikan pula beberapa hal berikut:
- Hindari kurma yang tampak berkabut putih. Lapisan gula yang mengkristal berlebihan menandakan penyimpanan yang kurang tepat atau kurma sudah lama.
- Pilih kurma berbiji utuh. Kurma yang sudah dipipikan atau diisi krim lebih cepat rusak dan tidak tahan penerbangan panjang.
- Cium aromanya. Kurma segar beraroma manis khas, bukan berbau asam atau apek.
- Untuk buah tangan jarak jauh, pilih kemasan vakum bersegel pabrik. Kemasan ini menjaga kelembapan kurma selama penerbangan berdurasi panjang.
Mengemas dan Membawa ke Indonesia
Kurma dalam kemasan vakum relatif aman dimasukkan ke koper bagasi. Bungkus setiap kotak dengan plastik atau bubble wrap tambahan agar tidak tertekan barang lain, lalu posisikan di bagian tengah koper yang paling terlindungi. Kurma kemasan terbuka dari pasar sebaiknya dipindahkan ke wadah kedap udara sebelum diberangkatkan.
Patuhi pula ketentuan bea masuk yang berlaku bagi barang bawaan penumpang. Bawa kurma dalam jumlah wajar sebagai buah tangan, dan konfirmasikan ketentuan batas nilai barang kepada petugas atau travel Anda bila berencana membawa jumlah besar.
Menyimpan Kurma Setelah Sampai di Rumah
Kurma tahan lama jika disimpan dengan benar. Di suhu ruang, kurma dalam kemasan kedap dapat bertahan berbulan-bulan. Untuk penyimpanan lebih lama, simpan di lemari pendingin. Kurma yang baru dikeluarkan dari kulkas akan terasa lebih kenyal, jadi diamkan sebentar di suhu ruang sebelum disajikan supaya teksturnya kembali lembut. Selalu gunakan tangan bersih atau sendok saat mengambil kurma dari wadah agar tidak cepat berjamur.
Sebagai biro perjalanan umroh berizin resmi, Mumtaz Travel senantiasa mengarahkan jamaahnya ke lokasi belanja kurma yang terpercaya agar keputusan belanja jamaah lebih tenang dan hasilnya memuaskan. Dengan sedikit persiapan, kurma yang Anda bawa pulang akan sampai dalam kondisi terbaik dan menjadi buah tangan yang benar-benar bermakna bagi keluarga di rumah.
Kurma Olahan yang Patut Dicoba
Di samping kurma utuh, pasar Arab Saudi juga menjual berbagai olahan kurma yang menarik dibawa pulang. Kurma ma'moul misalnya, kurma berisi adonan kacang yang dibungkus pastry lembut. Ada pula kurma yang diisi krim dengan berbagai varian rasa, selai kurma siap santap, hingga cokelat berisi kurma. Perlu diingat, olahan berisi krim dan pastry lebih cepat rusak dibanding kurma utuh, jadi utamakan kemasan kedap dan segera habiskan dalam beberapa pekan. Kurma utuh tetap menjadi pilihan paling aman untuk penerbangan panjang, sementara olahan lebih cocok dibeli dalam jumlah kecil sebagai variasi buah tangan.
Penutup
Kurma yang dibawa pulang dari Tanah Suci bukan sekadar oleh-oleh, melainkan buah keberkahan yang dinantikan keluarga di rumah. Dengan mengenal jenisnya, memilih tempat belanja yang tepat, dan mengemasnya dengan benar, buah tangan Anda akan sampai dalam kondisi terbaik dan menjadi cerita manis yang membuka pintu keberkahan bagi satu keluarga.



