Lewati ke konten utama
Kembali ke Blog

Mengenal Sejarah Jabal Rahmah: Tempat Bertemunya Nabi Adam dan Hawa

16 Juni 2026•Diposting oleh Tim Mumtaz
Mengenal Sejarah Jabal Rahmah: Tempat Bertemunya Nabi Adam dan Hawa

Bagi jamaah Haji maupun Umroh, berziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Kota Suci Makkah Al-Mukarramah adalah agenda yang dinanti-nanti. Salah satu destinasi ziarah yang paling populer dan selalu ramai dikunjungi adalah Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang).

Terletak di tepi Padang Arafah—sekitar 25 kilometer di sebelah tenggara Kota Makkah—bukit berbatu setinggi kurang lebih 70 meter ini memendam sejarah spiritual yang sangat menyentuh hati. Mari kita ulas bersama sejarah, keutamaan, serta panduan bijak saat berkunjung ke Jabal Rahmah bersama Mumtaz Madaniah Utama.


Sejarah Pertemuan Nabi Adam dan Hawa

Secara bahasa, Jabal berarti bukit atau gunung, sedangkan Rahmah berarti kasih sayang. Penamaan ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa sejarah Islam yang dipercaya secara turun-temurun:

  • Tempat Reuni Pertama Manusia: Setelah Nabi Adam AS dan Hawa diturunkan dari Surga ke Bumi karena memakan buah Khuldi, mereka dipisahkan oleh Allah SWT di tempat yang sangat berjauhan selama bertahun-tahun.
  • Nabi Adam AS diturunkan di belahan bumi lain (sebagian riwayat menyebutkan di wilayah India), sementara Hawa diturunkan di wilayah Jeddah.
  • Melalui perjalanan pencarian yang panjang dibarengi dengan taubat yang tiada henti, Allah SWT mempertemukan keduanya kembali tepat di puncak bukit berbatu di Padang Arafah ini. Bukit inilah yang kemudian dikenal sebagai Jabal Rahmah, simbol kasih sayang Allah yang mempertemukan kembali sepasang manusia pertama.

Peristiwa Haji Wada' Rasulullah SAW

Selain sejarah Nabi Adam dan Hawa, Jabal Rahmah juga menyimpan memori penting pada masa kenabian Rasulullah Muhammad SAW.

  • Di bukit inilah Rasulullah SAW menyampaikan pidato terakhirnya (Khutbah Wada') yang sangat monumental di depan puluhan ribu umat Islam saat melaksanakan ibadah Haji terakhir beliau (Haji Wada').
  • Di lokasi ini pula diturunkan wahyu terakhir dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW, yaitu Surat Al-Ma’idah ayat 3:

    "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu jadi agama bagimu."

Mendengar ayat tersebut dibacakan, sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq RA menangis karena memahami bahwa tugas kenabian Rasulullah SAW telah selesai dan ajal beliau sudah dekat.


Meluruskan Mitos dan Miskonsepsi di Jabal Rahmah

Di puncak Jabal Rahmah terdapat sebuah tugu beton berwarna putih setinggi 8 meter. Sayangnya, banyak jamaah yang salah kaprah dalam menyikapi keberadaan tugu dan bukit ini karena kurangnya pemahaman manasik. Berikut beberapa hal penting yang perlu diluruskan:

  1. Mitos Enteng Jodoh: Banyak jamaah yang percaya bahwa menuliskan nama mereka dan calon pasangan di tugu putih Jabal Rahmah akan membuat hubungan langgeng atau cepat bertemu jodoh. Keyakinan ini tidak memiliki dasar dalam syariat Islam dan termasuk perbuatan khurafat/syirik kecil.
  2. Mencoret-Coret Tugu: Aksi mencoret-coret tugu dengan spidol atau pilok merusak kebersihan situs bersejarah ini. Otoritas Arab Saudi sering kali harus mengecat ulang tugu tersebut.
  3. Berdoa Menghadap Tugu: Berdoa di puncak bukit sangat diperbolehkan, namun kiblat doa tetaplah menghadap Ka'bah, bukan menghadap tugu putih tersebut. Jamaah juga dilarang mengkultuskan atau mengusap-usap tugu putih untuk mencari berkah (Tabarruk yang tidak syar'i).

Tips Berkunjung ke Jabal Rahmah

  • Gunakan Pelindung Panas: Suhu di Padang Arafah bisa sangat panas. Bawa payung, kacamata hitam, dan semprotan air wajah, serta gunakan tabir surya (sunscreen).
  • Kenakan Alas Kaki yang Nyaman: Bukit ini terdiri dari bebatuan kasar. Meskipun terdapat tangga semen untuk naik ke puncak, alas kaki yang antislip sangat direkomendasikan.
  • Fokus pada Tadabur Sejarah: Alih-alih melakukan ritual yang tidak dicontohkan Nabi, manfaatkan kunjungan Anda untuk bertadabur atas luasnya rahmat Allah SWT dan membayangkan kembali khutbah agung Rasulullah SAW.

Mengunjungi tempat bersejarah seperti Jabal Rahmah akan terasa jauh lebih bermakna jika didampingi oleh pemandu (Muthawwif) yang memahami sejarah dengan benar. Di PT Mumtaz Madaniah Utama, ziarah Makkah dan Madinah dikemas secara edukatif untuk menambah wawasan keislaman jamaah. Daftarkan perjalanan Anda bersama kami untuk mendapatkan pengalaman ibadah yang bermutu dan berkesan.

Logo Mumtaz Madaniah Utama
Mumtaz Madaniah Utama
Tour & Travel

Kantor Operasional

Kantor Pusat

Ikuti Kami

© 2026 Mumtaz Madaniah Utama. Semua hak dilindungi.