Ibadah Umroh dan Haji tidak hanya menjadi momen spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para jamaah untuk membawa pulang buah tangan bagi sanak saudara di tanah air. Di sekitar Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, terdapat berbagai pusat perbelanjaan, mulai dari mal modern hingga pasar tradisional (seperti Pasar Kakhiyah di Makkah atau Pasar Kurma di Madinah).
Berbelanja di Arab Saudi memiliki keunikan tersendiri. Agar aktivitas berbelanja Anda tetap mendatangkan berkah, bernilai ibadah, dan berjalan dengan menyenangkan, berikut adalah panduan etika berbelanja serta tips tawar-menawar praktis dari Mumtaz Madaniah Utama.
Etika Berbelanja bagi Jamaah Umroh & Haji
Sebagai tamu Allah, setiap gerak-gerik kita di tanah suci mencerminkan kemuliaan akhlak seorang muslim. Oleh karena itu, penting untuk menjaga adab saat berbelanja:
1. Tetap Menjaga Waktu Shalat
Pusat perbelanjaan dan pertokoan di Arab Saudi biasanya akan tutup sementara saat azan berkumandang hingga pelaksanaan shalat berjamaah selesai. Hindari menunda-nunda waktu shalat hanya demi menuntaskan transaksi. Segera hentikan aktivitas belanja Anda dan bersiaplah menuju masjid terdekat.
2. Sopan dalam Bertutur Kata dan Bersikap
Pasar tradisional sering kali sangat ramai dan padat. Tetaplah bersikap tenang, sabar, dan jangan terpancing emosi jika berdesakan. Sapalah para pedagang dengan ramah, misalnya dengan mengucapkan salam (Assalamu'alaikum) atau kata sapaan hangat khas setempat seperti "Ya Habibi" (wahai saudaraku/kekasihku) untuk pedagang laki-laki.
3. Menghindari Ikhtilat (Bercampur Baur yang Berlebihan)
Bagi jamaah wanita, disarankan untuk tidak berbelanja sendirian, melainkan didampingi oleh mahram atau sesama jamaah dalam rombongan. Hal ini penting untuk menjaga keselamatan dan menghindari interaksi berlebihan dengan pedagang yang bukan mahram.
4. Jujur dan Tidak Merusak Barang Dagangan
Jika Anda sedang memilih barang (seperti kurma, sajadah, atau pakaian), periksalah dengan hati-hati tanpa merusak kemasan atau mengacak-acak pajangan dagangan secara berlebihan. Jika mencicipi kurma contoh (tester), mintalah izin terlebih dahulu kepada penjualnya.
Tips Tawar-Menawar Praktis di Pasar Tradisional
Tawar-menawar adalah hal yang wajar di pasar tradisional Arab Saudi. Banyak pedagang yang sengaja menaikkan harga awal karena mengetahui pembeli adalah jamaah mancanegara. Berikut tips sukses menawar dengan sopan:
1. Cari Tahu Kisaran Harga Terlebih Dahulu
Sebelum memutuskan membeli di toko pertama, lakukan survei kecil ke 2-3 toko terdekat untuk mengetahui harga pasar standar dari barang yang Anda incar (misalnya kurma Ajwa per kilogram atau kain gamis).
2. Tawar Sekitar 30% hingga 50% dari Harga Awal
Mulailah menawar dengan sopan di angka sekitar setengah dari harga yang ditawarkan penjual. Lakukan negosiasi secara perlahan dan santai. Jangan menawar terlalu rendah secara ekstrem yang bisa menyinggung perasaan pedagang.
3. Beli dalam Jumlah Banyak (Grosir)
Jika Anda berencana membeli oleh-oleh dalam jumlah besar (seperti sajadah atau tasbih untuk dibagikan), mintalah harga grosir (Jumlah). Pembelian dalam jumlah lusinan atau kodian akan jauh lebih murah dibanding membeli satuan.
4. Gunakan Kosakata Bahasa Arab Sederhana
Banyak pedagang di Makkah dan Madinah yang memahami bahasa Indonesia dasar (seperti "murah", "halal", "bagus"). Namun, menggunakan sedikit bahasa Arab akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan biasanya lebih mudah memberikan diskon.
Berikut beberapa kosakata tawar-menawar yang bisa Anda gunakan:
- Kam haadza? = Berapa harga ini?
- Ghaali katsir! = Mahal sekali!
- Rakhis sywayya, ya habibi. = Tolong murah sedikit, wahai saudaraku.
- Bikam aakhir? = Berapa harga pasnya/akhirnya?
- Munasib = Cocok / Sesuai.
- Syukran = Terima kasih.
Tempat Belanja Rekomendasi di Makkah & Madinah
- Di Makkah:
- Pusat Grosir Kakhiyah: Terletak agak jauh dari Masjidil Haram, namun merupakan surga belanja oleh-oleh murah (sajadah, tasbih, mainan anak) dalam jumlah grosir.
- Pusat Belanja di Tower Zamzam: Praktis dan nyaman karena berada di dekat pelataran masjid, cocok untuk membeli parfum, jam tangan, atau pakaian berkualitas tinggi.
- Di Madinah:
- Pasar Kurma (Souq Al-Tumur): Pusat berbagai jenis kurma segar (Ajwa, Sukari, Safawi) dengan harga yang sangat bersaing.
- Pertokoan di Sektor Utara Masjid Nabawi: Menyediakan berbagai oleh-oleh khas Madinah dengan harga ramah di kantong.
Menghidupkan etika yang baik saat bertransaksi dagang juga merupakan bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Semoga oleh-oleh yang Anda bawa pulang tidak hanya menyenangkan keluarga di rumah, tetapi juga membawa keberkahan dari tanah suci.
Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ibadah Umrah yang aman, teratur, dan berizin resmi, PT Mumtaz Madaniah Utama siap membantu mendampingi perjalanan Anda dari persiapan keberangkatan, bimbingan manasik yang intensif, hingga kepulangan. Hubungi kantor kami di Depok dan Bekasi untuk konsultasi paket Umrah terbaik Anda!


