Lewati ke konten utama
Kembali ke Artikel

Mengenal Shalat Arbain di Masjid Nabawi: Hukum, Keutamaan, dan Tips Menjaganya

Ibadah2 September 2026Diposting oleh Tim Mumtaz
Jamaah melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Nabawi Madinah

Bagi jamaah umroh Indonesia, istilah Shalat Arbain tentu sudah tidak asing lagi. Arbain berasal dari bahasa Arab yang berarti "empat puluh". Dalam konteks ziarah ke Madinah, Arbain merujuk pada pelaksanaan shalat fardhu 40 waktu berturut-turut (selama sekitar 8 hingga 9 hari) secara berjamaah di Masjid Nabawi.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai status hukum, keutamaan, dan tips menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah di Kota Nabi.


Keutamaan Shalat di Masjid Nabawi

Shalat di Masjid Nabawi memiliki keutamaan luar biasa yang telah ditegaskan langsung oleh Rasulullah SAW:

"Satu shalat di masjidku ini lebih utama daripada seribu shalat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram." (HR. Bukhari & Muslim).

Mengenai shalat Arbain secara khusus, diriwayatkan dari Anas bin Malik RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa shalat di masjidku empat puluh shalat tidak terlewat satu shalat pun, maka dicatat baginya kebebasan dari neraka, keselamatan dari azab, dan terbebas dari sifat kemunafikan." (HR. Ahmad & Ath-Thabrani).

Sebagian besar ulama menilai hadits ini memiliki derajat anjuran amal (fadhailul a'mal). Shalat Arbain bukanlah syarat sah maupun rukun umroh atau haji, melainkan sebuah amalan sunnah yang sangat mulia bagi jamaah yang memiliki waktu tinggal mencukupi di Madinah.


Tips Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah di Nabawi

Menjalankan shalat fardhu tepat waktu selama di Madinah membutuhkan kedisiplinan dan stamina fisik yang baik. Berikut beberapa tips praktis:

  1. Pilih Hotel Dekat Pelataran Masjid: Memilih paket umroh dengan hotel yang berjarak dekat dari gerbang pelataran memudahkan jamaah bolak-balik ke masjid tanpa menghabiskan terlalu banyak tenaga.
  2. Datang 30-45 Menit Sebelum Adzan: Masjid Nabawi sangat luas. Datang lebih awal memberi kesempatan mendapat shaf di dalam bangunan utama yang berpendingin udara dan memiliki karpet empuk.
  3. Membawa Kantong Sandal Sendiri: Selalu bawa kantong atau tas serut kecil untuk menyimpan sandal Anda ke dalam masjid, agar tidak bingung mencari alas kaki saat keluar bersamaan dengan ribuan jamaah lain.
  4. Bijak Menilai Kondisi Tubuh: Jika kondisi badan terasa demam, batuk berat, atau sangat lelah, istirahat sejenak di hotel adalah tindakan yang bijaksana. Jangan memaksakan diri hingga jatuh sakit menjelang rukun tawaf dan sa'i di Makkah.

Melalui pendampingan tour leader dan muthawif berpengalaman dari Mumtaz Madaniah Utama, jamaah akan dibimbing untuk mengatur ritme ibadah yang optimal, bermakna, dan tetap menjaga kesehatan.