Hampir setiap selesai pelaksanaan shalat fardhu lima waktu di Masjidil Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah), muadzin akan mengumandangkan seruan shalat jenazah dengan lafal: "Ash-shalatu 'alal amwati yarhamukumullah" atau "Ash-shalatu 'alal thifli yarhamukumullah" (jika jenazahnya anak-anak).
Ikut serta melaksanakan shalat jenazah di dua masjid suci ini memiliki keutamaan pahala yang sangat besar, yaitu sebesar gunung Uhud (satu qirath) atau dua gunung Uhud jika mengiringinya hingga pemakaman. Agar Anda tidak bingung dan bisa mengikuti ibadah mulia ini dengan baik, berikut adalah panduan praktis dari Mumtaz Madaniah Utama.
Tata Cara Pelaksanaan Shalat Jenazah
Shalat jenazah dilakukan dalam posisi berdiri sempurna tanpa adanya ruku', i'tidal, sujud, maupun tahiyyat. Shalat ini terdiri dari 4 kali takbir yang diselingi bacaan doa tertentu.
- Niat Shalat Jenazah:
- Niat cukup diucapkan di dalam hati. Anda berniat menshalatkan jenazah yang ada di depan sebagai makmum.
- Takbir Pertama (Membaca Surah Al-Fatihah):
- Setelah takbir pertama (sambil mengangkat tangan), bersedekaplah lalu membaca Surah Al-Fatihah secara pelan (sirr).
- Takbir Kedua (Membaca Shalawat Nabi):
- Setelah takbir kedua, bacalah shalawat atas Nabi Muhammad SAW. Dianjurkan membaca shalawat Ibrahimiyah (shalawat yang dibaca saat tahiyyat akhir shalat biasa).
- Takbir Ketiga (Mendoakan Jenazah):
- Setelah takbir ketiga, bacalah doa khusus untuk jenazah.
- Doa singkat untuk jenazah pria: "Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu." (Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, sejahterakanlah dia, dan maafkanlah dia).
- Doa singkat untuk jenazah wanita: "Allahummaghfir laha warhamha wa 'afiha wa'fu 'anha."
- Doa singkat untuk jenazah banyak/umum: "Allahummaghfir lahum warhamhum wa 'afihim wa'fu 'anhum."
- Takbir Keempat (Doa untuk Keluarga dan Jenazah):
- Setelah takbir keempat, bacalah doa: "Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba'dahu waghfirlanaa walahu." (untuk jenazah pria) atau "walaha" (untuk wanita).
- Salam:
- Mengucapkan salam ke arah kanan dan kiri seperti shalat biasa sambil menolehkan kepala.
Perbedaan Istilah Seruan Jenazah
Muadzin di Makkah atau Madinah akan menyerukan panggilan shalat jenazah sesaat sebelum shalat dimulai. Dengarkan lafalnya dengan baik agar Anda tahu jenis kelamin atau jumlah jenazahnya:
- "Ash-shalatu 'alal mayyiti..." = Untuk 1 jenazah laki-laki dewasa.
- "Ash-shalatu 'alal mayyitah..." = Untuk 1 jenazah perempuan dewasa.
- "Ash-shalatu 'alal amwaati..." = Untuk banyak jenazah (laki-laki/perempuan campur).
- "Ash-shalatu 'alat thifli..." = Untuk jenazah anak-anak.


