Lewati ke konten utama
Kembali ke Blog

Panduan Rukun & Wajib Umroh Sesuai Tuntunan Sunnah

1 Juni 2026Diposting oleh Tim Mumtaz
Panduan Rukun & Wajib Umroh Sesuai Tuntunan Sunnah

Melaksanakan ibadah Umroh memerlukan pemahaman yang benar mengenai syariat pelaksanaannya. Terdapat dua istilah penting yang harus dipahami oleh setiap jamaah, yaitu Rukun Umroh dan Wajib Umroh.

Perbedaan mendasar keduanya adalah:

  • Rukun Umroh: Syarat mutlak yang wajib dilakukan dan tidak boleh ditinggalkan. Jika ditinggalkan, maka ibadah Umrohnya tidak sah dan tidak bisa diganti dengan denda (dam).
  • Wajib Umroh: Amalan yang harus dikerjakan, namun jika terpaksa ditinggalkan karena uzur, ibadah Umrohnya tetap sah dengan syarat jamaah wajib membayar denda (dam) berupa menyembelih seekor kambing.

Berikut adalah rincian panduan rukun dan wajib Umroh sesuai sunnah dari pembimbing ibadah Mumtaz Madaniah Utama.


Rukun-Rukun Umroh

Ada 5 rukun Umroh yang wajib dipenuhi oleh setiap jamaah:

  1. Niat Ihram dari Miqat: Berniat untuk melaksanakan Umroh dengan mengenakan pakaian ihram (putih tanpa jahitan bagi pria, dan menutup aurat bagi wanita) dari batas daerah yang ditentukan (Miqat).
  2. Tawaf: Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali putaran dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri jamaah, dimulai dan diakhiri di sudut Hajar Aswad.
  3. Sa'i: Berjalan kaki sebanyak 7 kali perjalanan antara bukit Shafa dan bukit Marwah (dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah).
  4. Tahallul (Mencukur Rambut): Mencukur sebagian atau seluruh rambut kepala setelah menyelesaikan Sa'i. Bagi pria disarankan mencukur gundul, sedangkan wanita cukup memotong ujung rambut sepanjang ruas jari.
  5. Tertib: Melaksanakan seluruh rukun di atas secara berurutan, tidak boleh mendahului satu rukun sebelum rukun sebelumnya selesai.

Wajib-Wajib Umroh

Sedangkan wajib Umroh hanya terdiri dari dua perkara utama:

  1. Berniat Ihram di Miqat: Melafalkan niat ihram tepat di lokasi miqat yang telah ditentukan (seperti Bir Ali bagi jamaah yang datang dari arah Madinah, atau Yalamlam bagi jamaah yang menggunakan jalur udara langsung ke Jeddah).
  2. Menjauhkan Diri dari Larangan Ihram: Selama masa berihram (dari niat hingga tahallul), jamaah wajib menjauhi larangan seperti memakai wewangian, memotong kuku/rambut, menutup kepala bagi pria, menutup wajah bagi wanita, berburu hewan, serta melakukan hubungan suami istri.

Pentingnya Bimbingan Manasik Sebelum Keberangkatan

Untuk memastikan seluruh jamaah memahami tata cara ini dengan matang, Mumtaz Madaniah Utama mengadakan sesi Bimbingan Manasik Umroh Intensif sebelum tanggal keberangkatan. Di sesi ini, jamaah akan dibimbing langsung oleh Ustadz pembimbing berpengalaman secara teori maupun praktik simulasi Tawaf dan Sa'i.

Semoga ibadah Umroh kita diterima di sisi Allah SWT dan bernilai pahala berlipat ganda. Aamiin.

Logo Mumtaz Madaniah Utama
Mumtaz Madaniah Utama
Tour & Travel

Kantor Operasional

Kantor Pusat

Ikuti Kami

© 2026 Mumtaz Madaniah Utama. Semua hak dilindungi.