Kota Madinah Al-Munawwarah menyimpan begitu banyak peninggalan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan dakwah dan kehidupan sehari-hari Rasulullah SAW. Selain Masjid Nabawi dan Masjid Quba, terdapat beberapa situs air bersejarah yang memiliki kedekatan emosional luar biasa dengan beliau. Salah satu yang paling termasyhur adalah Sumur Ghars (Bir Ghars).
Bagi para jamaah Umroh dan Haji yang menyukai wisata religi bermakna sejarah mendalam, mengunjungi Sumur Ghars dapat memberikan perspektif spiritual yang menyentuh hati. Berikut adalah ulasan sejarah dan keutamaan Sumur Ghars yang dirangkum oleh Mumtaz Madaniah Utama.
Sejarah Sumur Ghars dan Kedekatannya dengan Nabi
Sumur Ghars terletak di daerah sebelah selatan Madinah, tidak jauh dari Masjid Quba (sekitar 1,5 kilometer ke arah timur laut). Pada masa kehidupan Rasulullah SAW, sumur ini berada di kawasan perkebunan kurma milik salah seorang sahabat dari kaum Anshar, yaitu Saad bin Khaitsamah RA.
Rasulullah SAW sangat menyukai air dari Sumur Ghars karena kesegaran dan kemurnian rasanya. Diriwayatkan bahwa beliau sering kali meminta para sahabat untuk mengambilkan air minum dari sumur ini. Beliau juga sering berwudhu dan mandi menggunakan air dari Sumur Ghars. Keberadaan sumur ini sangat lekat dengan keseharian beliau selama tinggal di Madinah setelah peristiwa hijrah.
Wasiat Mulia Rasulullah SAW
Keutamaan terbesar Sumur Ghars tercatat dalam sejarah menjelang wafatnya Rasulullah SAW. Beliau memberikan wasiat khusus kepada sepupu sekaligus menantunya, Ali bin Abi Thalib RA, mengenai proses pengurusan jenazah beliau.
Dalam kitab hadits riwayat Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda: "Apabila aku telah wafat, maka mandikanlah jasadku dengan tujuh ember air dari sumurku, yaitu Sumur Ghars."
Melaksanakan wasiat suci tersebut, Ali bin Abi Thalib RA dibantu oleh beberapa sahabat memandikan jasad mulia Rasulullah SAW menggunakan air yang diambil langsung dari Sumur Ghars. Hal ini menjadikan sumur ini memiliki kedudukan sejarah dan emosional yang sangat tinggi di hati umat Islam.
Kondisi Sumur Ghars Saat Ini
Setelah sekian abad berlalu, Pemerintah Arab Saudi melakukan pemugaran dan pelestarian terhadap berbagai situs bersejarah di Madinah, termasuk Sumur Ghars.
- Revitalisasi Situs: Saat ini, Sumur Ghars telah dipugar dengan rapi dan dikelilingi oleh pagar pelindung bermotif arsitektur Islam klasik. Area sekitarnya dibersihkan dan ditata dengan trotoar yang nyaman bagi para peziarah.
- Akses Air Bersih: Meskipun sumur aslinya ditutup demi menjaga kebersihan dan keamanan fisik sumur, pemerintah menyediakan keran-keran air di dekat area sumur agar peziarah dapat merasakan atau berwudhu dengan air yang bersumber dari mata air yang sama secara higienis.
Tips Mengunjungi Sumur Ghars
Jika Anda ingin berziarah ke Sumur Ghars selama berada di Madinah:
- Hubungi Mutawwif/Tour Guide: Karena lokasinya yang berada di dalam pemukiman dan tidak selalu dilewati oleh rute bus ziarah standar, mintalah bantuan mutawwif dari travel Anda untuk mengatur kunjungan khusus.
- Jaga Adab Berziarah: Hindari perilaku syirik atau khurafat seperti melempar koin ke dalam sumur, mengambil tanah, atau mempercayai bahwa air sumur memiliki kekuatan gaib di luar syariat Islam. Cukuplah berziarah untuk mengingat perjuangan Rasulullah SAW dan mengambil ibrah (pelajaran) sejarah.
Ziarah ke situs-situs bersejarah di sekitar Madinah dapat mempertebal kecintaan kita kepada sosok agung Rasulullah SAW. Perjalanan ziarah yang terarah dan penuh edukasi sejarah ini bisa Anda dapatkan melalui layanan perjalanan Umroh berkelas dan penuh makna bersama Mumtaz Madaniah Utama. Kami menyediakan program ziarah yang mendalam dibimbing oleh mutawwif yang berpengalaman. Hubungi kami untuk merencanakan keberangkatan Anda.

