Dua rukun utama dalam ibadah umroh setelah berniat Ihram adalah Tawaf mengelilingi Ka'bah dan Sa'i berjalan antara bukit Shafa dan Marwah. Agar pelaksanaan umroh sah dan sempurna sesuai tuntunan Rasulullah SAW, penting bagi setiap jamaah untuk memahami tata cara dan ketentuannya secara mendalam.
Berikut panduan tata cara Tawaf dan Sa'i dari Mumtaz Madaniah Utama.
1. Tata Cara Pelaksanaan Tawaf
Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali putaran dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri jamaah.
Syarat Sah Tawaf:
- Suci dari hadats kecil dan hadats besar (memiliki wudhu).
- Menutup aurat dengan sempurna.
- Dimulai dan diakhiri di garis lurus Hajar Aswad.
- Ka'bah berada di sebelah kiri.
- Dilakukan di luar bangunan Ka'bah dan Hijir Ismail.
Urutan Langkah Tawaf:
- Niat Tawaf: Niatkan dalam hati untuk melaksanakan Tawaf Umroh saat mendekati garis Hajar Aswad (ditandai dengan lampu hijau di dinding masjid).
- Istilam (Mengusap/Isyarat): Menghadap Hajar Aswad, mengangkat tangan kanan sembari mengucapkan "Bismillahi Allahu Akbar" lalu mengecup telapak tangan.
- Mengelilingi Ka'bah: Berjalan mengelilingi Ka'bah berlawanan arah jarum jam.
- Bagi pria, disunnahkan memakai kain ihram dengan mode Idh-thiba' (membuka bahu kanan) pada seluruh 7 putaran.
- Tiga putaran pertama disunnahkan Raml (berjalan cepat/kecil), dan empat putaran sisanya berjalan biasa.
- Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad: Setiap kali melewati Rukun Yamani hingga Hajar Aswad, bacalah doa:
"Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qina 'adzaban naar."
- Shalat Sunnah Tawaf: Setelah selesai 7 putaran, rapikan kain ihram menutup kedua bahu kembali. Lalu laksanakan shalat sunnah Tawaf 2 rakaat di belakang Maqam Ibrahim (jika memungkinkan) atau di area mana saja di dalam masjid.
2. Tata Cara Pelaksanaan Sa'i
Sa'i adalah berjalan bolak-balik sebanyak 7 kali perjalanan antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah untuk mengenang perjuangan Ibunda Siti Hajar.
Syarat dan Ketentuan Sa'i:
- Tidak diwajibkan dalam keadaan berwudhu (namun disunnahkan).
- Dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwah.
- Dihitung per perjalanan: Shafa ke Marwah (Hitungan 1), Marwah ke Shafa (Hitungan 2), dan seterusnya hingga hitungan ke-7 di Marwah.
Urutan Langkah Sa'i:
- Naik ke Bukit Shafa: Menghadap ke arah Ka'bah, membaca doa pembuka Shafa:
"Innash shafa wal marwata min sya'airillah..." Lalu bertakbir 3 kali dan memanjatkan doa pribadi.
- Berjalan Menuju Marwah: Berjalan biasa menuju Bukit Marwah sembari membasahi lisan dengan zikir dan doa.
- Lari-Lari Kecil di Lampu Hijau: Ketika melewati area yang ditandai lampu neon hijau (Pilar Hijau), jamaah pria disunnahkan melakukan lari-lari kecil (Raml). Jamaah wanita tetap berjalan biasa.
- Berdoa di Bukit Marwah: Setibanya di Marwah, menghadap kiblat, bertakbir, dan berdoa sebagaimana yang dilakukan di Shafa.
- Menyelesaikan Hitungan Ke-7: Ibadah Sa'i berakhir tepat di Bukit Marwah pada perjalanan ke-7.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari
- Berdesakan Ekstrem: Memaksakan diri mencium Hajar Aswad hingga membahayakan diri sendiri atau jamaah lain. Mengangkat tangan (isyarat) dari jauh sudah cukup dan sesuai sunnah.
- Hitungan Tertukar: Lupa jumlah putaran. Gunakan penghitung digital (tally counter) atau hitung bersama pembimbing rombongan (Muthawwif).
- Menerobos Masuk Hijir Ismail Saat Tawaf: Tawaf di dalam Hijir Ismail membuat putaran Tawaf tidak sah karena Hijir Ismail adalah bagian dari Ka'bah.
Setelah menyelesaikan Sa'i, jamaah melanjutkan rukun terakhir yaitu Tahalul (memotong/mencukur rambut) sebagai penanda berakhirnya larangan ihram.


