Miqat secara bahasa berarti batas waktu atau tempat yang ditentukan. Dalam konteks ibadah Haji dan Umroh, Miqat Makani adalah batas geografis di mana seorang jamaah wajib mengenakan pakaian ihram dan melafalkan niat untuk memulai ibadah umroh atau haji. Melewati batas ini tanpa berihram mengharuskan jamaah membayar dam (denda).
Bagi jamaah Indonesia, sangat penting untuk mengetahui titik-titik Miqat ini agar ibadah sah dan sesuai tuntunan. Berikut adalah penjelasan lengkap dari Mumtaz Madaniah Utama.
1. Miqat Utama (Bagi Rombongan dari Luar Makkah)
- Zulhulaifah (Bir Ali):
- Untuk siapa: Jamaah yang datang dari arah Madinah (termasuk mayoritas jamaah Indonesia Gelombang I).
- Lokasi: Sekitar 11 km dari Masjid Nabawi. Di sini terdapat masjid yang sangat besar dan nyaman bagi jamaah untuk mandi sunnah ihram, berganti pakaian, shalat sunnah, dan berniat.
- Yalamlam:
- Untuk siapa: Jamaah yang datang dari arah selatan, termasuk jamaah Indonesia Gelombang II yang terbang langsung dari tanah air menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah.
- Lokasi: Berupa perbukitan di wilayah pegunungan Tihamah. Biasanya, pilot pesawat akan mengumumkan kapan pesawat akan melewati titik ini sekitar 20-30 menit sebelumnya, sehingga jamaah bisa berniat di atas pesawat.
- Al-Juhfah:
- Untuk siapa: Jamaah yang datang dari arah Syam (Suriah, Yordania, Lebanon) dan Mesir.
- Qarnul Manazil (As-Sailul Kabir):
- Untuk siapa: Jamaah yang datang dari arah Najd atau Riyadh.
- Zatu Irqin:
- Untuk siapa: Jamaah yang datang dari arah Irak dan wilayah timur lainnya.
2. Miqat Adna (Bagi Jamaah yang Sudah Berada di Makkah)
Jika Anda sudah berada di dalam kota Makkah (misalnya setelah menyelesaikan umroh pertama) dan ingin melaksanakan ibadah umroh berikutnya (umroh sunnah/badal), Anda harus keluar dari tanah haram menuju tanah halal terdekat untuk mengambil Miqat baru:
- Tan'im (Masjid Aisyah):
- Miqat terdekat dari Masjidil Haram, hanya berjarak sekitar 7,5 km. Sangat mudah dijangkau menggunakan taksi atau bus umum.
- Ji'ranah:
- Berjarak sekitar 22 km di sebelah timur laut Makkah. Lokasi bersejarah tempat Rasulullah SAW membagikan ghanimah (harta rampasan perang) Hunain.
- Hudaibiyah:
- Berjarak sekitar 22 km di sebelah barat Makkah. Tempat terjadinya Perjanjian Hudaibiyah yang bersejarah.
Tips Praktis Mengambil Miqat bagi Jamaah Indonesia
- Jika Mengambil Miqat di Pesawat (Gelombang II): Kenakan pakaian ihram sejak dari bandara keberangkatan di Indonesia atau saat transit. Jangan memakai ihram di toilet pesawat yang sempit karena akan menyulitkan Anda. Ketika pilot mengumumkan pesawat mendekati Yalamlam, Anda tinggal melafalkan niat ihram.
- Jaga Niat: Begitu niat ihram dilafalkan di titik Miqat, maka seluruh larangan ihram langsung berlaku. Jagalah sikap dan perkataan Anda sejak saat itu.


