Lewati ke konten utama
Kembali ke Artikel

Mengenal Maqam Ibrahim dan Keutamaannya

8 Juli 2026Diposting oleh Tim Mumtaz
Mengenal Maqam Ibrahim dan Keutamaannya

Bagi jamaah yang sedang berada di pelataran Mataf (area thawaf) Masjidil Haram, pasti akan melihat sebuah bangunan kecil berbingkai emas berbentuk kubah kaca di dekat Ka'bah. Di dalam kubah kaca tersebut terdapat batu prasasti bersejarah yang sangat mulia, yaitu Maqam Ibrahim.

Penting untuk dipahami bahwa kata "Maqam" di sini bukan berarti kuburan atau makam Nabi Ibrahim AS, melainkan tempat berdiri atau pijakan kaki beliau. Berikut adalah sejarah dan keutamaan luar biasa Maqam Ibrahim dari Mumtaz Madaniah Utama.


Sejarah Maqam Ibrahim: Batu Pijakan yang Ajaib

Maqam Ibrahim adalah batu tempat berpijak Nabi Ibrahim AS ketika beliau membangun kembali dinding Ka'bah yang tinggi. Ketika struktur bangunan Ka'bah semakin meninggi dan tangan Nabi Ibrahim tidak lagi menjangkaunya, batu mukjizat ini secara ajaib terangkat naik menyesuaikan tinggi dinding yang sedang dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Di atas batu ini pula, Nabi Ismail AS menyerahkan batu-batu bahan bangunan Ka'bah kepada ayahnya. Sebagai bukti kekuasaan Allah SWT, bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS sedalam 9 cm masih tercetak jelas di atas permukaan batu tersebut dan dapat dilihat oleh jamaah hingga hari ini.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman mengenai keutamaan tempat ini:

"Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia..." (QS. Ali 'Imran: 97)


Keutamaan Shalat Sunnah di Belakang Maqam Ibrahim

Salah satu sunnah muakkad (sangat dianjurkan) setelah menyelesaikan 7 putaran Thawaf adalah melaksanakan shalat sunnah Thawaf sebanyak dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.

Tuntunan ibadah ini berdasar pada firman Allah SWT:

"...Dan jadikanlah sebagian Maqam Ibrahim tempat shalat..." (QS. Al-Baqarah: 125)

Ketika Rasulullah SAW menyelesaikan thawafnya pada Haji Wada', beliau langsung menuju ke Maqam Ibrahim sambil membaca ayat di atas, kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.


Tips Praktis Menunaikan Shalat Sunnah Thawaf

  1. Cari Posisi yang Aman: Area tepat di belakang Maqam Ibrahim biasanya sangat padat oleh alur jamaah yang sedang thawaf. Jika kondisi sangat ramai, Anda tidak perlu memaksakan diri shalat tepat di belakangnya. Anda diperbolehkan bergeser agak jauh ke belakang (masih sejajar dengan Maqam Ibrahim) atau di mana saja di area pelataran Masjidil Haram agar tidak mengganggu arus thawaf.
  2. Hindari Mengambil Foto Berlebihan: Fokuslah pada ibadah shalat sunnah Anda. Pelataran Ka'bah adalah tempat yang mustajab untuk berdoa, jadi manfaatkan waktu berharga Anda untuk bersujud dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Logo Mumtaz Madaniah Utama
Mumtaz MadaniahTour & Travel

Biro perjalanan umroh & haji berizin resmi Kemenag RI. Berkomitmen melayani jamaah dengan amanah dan profesional sejak 2018 untuk mencapai ibadah yang mabrur.

PPIU Resmi Kemenag RI

Lokasi Kami

Kantor Pusat Operasional

Pondok Duta 1, Jl. Duta 3 No.5, Kota Depok

+62 895-6000-00101

Kantor Pusat Administrasi

Jl Baru Irigasi Jakasetia, Bekasi Selatan

+62 895-1594-4943

Terhubung

Ikuti kami di media sosial untuk mendapatkan informasi terbaru seputar jadwal keberangkatan dan inspirasi ibadah.

© 2026 Mumtaz Madaniah Utama. All rights reserved.

Amanah Selalu Di HatiSK PPIU 02201013519080004